Tampilkan postingan dengan label sosiologi kelas x. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi kelas x. Tampilkan semua postingan

5 Jan 2021

Penelitian Sosial Sederhana

 

KoNSEP PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X BAB 4: METODE PENELITIAN SOSIAL Sederhana

????????????????????????????????????

 Metode Penelitian Dalam Ilmu Sosiologi  membahas konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan kelemahannya yang digunakan dalam karya ilmiah. Sedangkan Metode penelitian mengemukakan secara teknis tentang metode yang digunakan. Metodologi penelitian merupakan ilmu yang mempelajari tentang metodologi penelitian dan ilmu tentang alat untuk penelitian.

  1. Metode penelitian ilmu sosiologi

a. Merumuskan masalah

  Kita membutuhkan suatu masalah yang bermanfaat untuk diteliti yang dapat diselidiki melalui metode ilmiah

b. Meninjau kepustakaan

Yaitu survei atas semua penelitian yang telah dilakukan mengenai masalah yang akan diteliti.

c. Merumuskan hiptesis

Yaitu mengembangkan lebih dari satu masalah yang akan diteliti

d. Merencanakan desain penelitian

Menguraikan apa yang perlu ditelaah, data apa yang perlu dicari, di mana, bagaimana mengumpulkan, mengolah dan menganalisisnya.

e. Mengumpulkan data

Mengumpulkan data sesuai dengan desain peneltian. Data ini akan sering diperlukan untuk mengubah desain guna mengatasi kesulitan yang tidak terduga.

f. Menganalisis data

Membuat klasifikasi tabel dan memperbandingkan data, melaksanakan berbagai pengujian dan perhitungan yang diperlukan untuk menemukan hasil.

g. Menarik kesimpulan

Apakah hipotesis awal dapat diterima atau ditolak? Apakah hasilnya tidak meyakinkan ? Apakah penelitian itu menambah wawasan kita ? Apakah implikasinya terhadap teori sosiologi ? Soal-soal dan saran-saran apa saja yang diberikan untuk penelitian selanjutnya.

h. Mengulang penelahaanya.

Yaitu melakukan penelitian dengan sampel-sampel yang berbeda untuk menguji teori yang sudah dihasilkan, melalui pengulangan ini akan diambil suatu kesimpulan sebagai sebuah gambaran umum.

  1. Metode penelitian kualitatif

    Dalam penelitian sosiologi, metodelogi penelitian kualitatif banyak digunakan karena objek kajian sosiologi adalah manusia sebagai masyarakat dan individu. Metode penelitian ini menggunakan bahan yang sukar diukur dengan angka. Walau demikian bukan berarti metode penelitian tidak menggunakan angka (statistik). Perhitungan statistik diperlukan untuk mendukung dan sebagai alat untuk memperjelas penelitian.

  1. Metode penelitian kuantitatif

 Metode peneltian kuantitatif merupakan metode yang menggunakan bahan keterangan dengan menggunakan angka-angka, sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, tabel, indeks dan formula yang semuanya menggunakan ilmu pasti.

  Sociometry merupakan salah satu teknik di dalam penelitian tentang masyarakat secara kuantitatif dengan menggu-nakan skala untuk mempelajari interelesasi sosial. Sociometry merupakan kumpulan konsep dan metode yang bertujuan untuk menggambarkan dan meneliti hubungan antar manusia dalam masyarakat secara kuantitatif Semakin canggih teknologi komputer, semakin berkembang teknik analisis statististik pendukung pengembangan penelitian kuantitatif.

   Metode penelitian kuantitatif menjadi lebih banyak dipilih daripada metode penelitian kualitatatif. Namun demikian pernyataan statistik akan dianggap kering oleh para peneliti kualitatif jika tidak menggunakan ungkapan verbal seperti yang dilakukan peneliti kualitatif pada umumnya.

  1. Metode penelitian penjenisan

a. Metode induktif, mempelajari suatu gejala yang khusus kemudian ditarik, dan dibuat generalisasi.

b. Metode deduktif, dimulai dari kaidah yang berlaku umum, dibuat hipotesis, selanjutnya dicarikan bahan untuk menguji diterima atau tidaknya hipotesis itu.

     Teknik-teknik atau cara-cara yang sering digunakan dalam sebuah metode, yaitu:

a. Teknik wawancara

Yaitu memperoleh data dengan menggunakan wawancara antara peneliti dengan nara sumber. Untuk itu dapat dibuat kuesioner yang berfungsi sebagai pedoman wawancara.

b. Teknik observasi

Suatu cara untuk memperoleh data dengan pengamatan langsung. Sebelum melakukan observasi diperlukan patokan observasi, berupa data apa saja yang diharapkan setelah melaksanakan observasi.

c. Teknik observasi berpartisipasi

Yaitu teknik observasi dengan ikut serta mengalami aktivitas pada objek penelitian. Misalnya siswa meneliti pendapatan yang diperoleh anak jalanan, maka siswa akan menyamar sebagai anak jalanan.

d. Teknik angket

Teknik untuk memperoleh data dengan mengajukan daftar pertanyaan yang telah disusun kepada orang yang telah dijadikan sasaran penelitian.

e. Teknik studi dokumentasi

Cara yang dilakukan untuk memperoleh data dengan mempelajari dokumen-dokumen, catatan-catatan yang ada pada perseorangan ataupun instansi tertentu yang berkaitan dengan penelitian.

f. Teknik studi kepustakaan

Sering disebut Library Research, yaitu suatu cara memperoleh data dengan mempelajari buku-buku di perpustakaan yang merupakan hasil dari para peneliti terdahulu.


Sumber:

Mulyadi, Yad dkk. 2013. Sosiologi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira.

http://www.cpuik.com/2013/10/metode-penelitian-dalam-ilmu-sosiologi.html (diakses pada 23 Desember 2015 pukul 16:08 WIB)

http://blog.unnes.ac.id/sekararumngarasati/2015/12/23/materi-pembelajaran-sosiologi-kelas-x-bab-4-metode-penelitian-sosial/



22 Des 2011

realitas sosial

1.     Masyarakat sebagai sistem sosial
a.       Pengertian dan ciri-ciri masyarakat
Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab, yaitu syaraka yang artinya ikut serta atau berpartisipasi. Sedangkan dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan , dalam literatur lainnya  masyarakat di sebut  dengan sistem sosial.
Menurut beberapa tokoh sosiologi masyarakat adalah:
Emile Durkheim
Suatu kenyataan objektif  individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya
Selo sumardjan
Orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan
Soerjono soekanto
Masyarakat memiliki ciri-ciri sebgai berikut:
1). Manusia yang hidup bersama, sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang
2). Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama.
3). Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
4). Merupakan suatu sistem hidup bersama
Marion Levy
Masyarakat memiliki empat kriteria:
1)      Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya
2)       Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya  melalui reproduksi atau kelahiran
3)      Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada
4)       Kesetian pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama,dsb
b.      Terbentuknya masyarakat
Kelompok sosial atau masyarakat terbentuk karena manusia-manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya, karena manusia memiliki dua keinginan pokok yaitu keinginan menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya.
Tiga unsur terbentuknya masyarakat:
1)      Terdapat sekumpulan orang
2)      Berdiam atau bermukim di suatu wilayah dalam waktu yang relatif lama
3)      Akibat dari hidup bersama yang relatif  lama itu menghasilkan kebudayaan berupa sistem nilai, sistem ilmu pengetahuan, dan kebudayaan kebendaan.
c.       Sistem sosial
Sistem adalah bagian-bagian yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat berfungsi melakukan suatu kerja untuk tujuan tertentu. Bagian dari sistem sosial adlah elemen-elemen sosial, dan terdiri dari tindakan-tindakan sosial individu-individu yang berinteraksi dan sosialisasi.
d.      Stuktur sosial
Struktur sosial mencakup susunan status dan peran, terdapat unsur-unsur sosial yang pokok seperti, kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok sosial, dan lapisan sosial. Struktur ini dapat di pelajkari melalui proses sosial yaitu, hubungan timbal balik antara bidang bidang kehidupan dalam masyarakat, sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
e.       Subsistem sosial
Menurut Talcott parsonns, unsur-unsur dalam suatu sistem sosial itu paling sedikit terdiri dari empat subsistem, yaitu: subsistem kebudayaan, subsistem sosial, subsistem kepribadian, subsistem kelompok biologis.
2.      Dinamika Sosial
Dinamika sosial adalah penelaahan tentang perubahan –perubahan yang terjadi dalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan dalam masyarakat. Pembahasannya diantaranya adalah:
a.       Pengendalian sosial
Pengendalian sosial disebut juga pengawasan sosial, yaitu segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehinggapara anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat itu.
b.      Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah  besar orang dalam suatu masyarakat dianggap sebagai hal yang terceladan diluar batas toleransi. ada penyimpangan yang ditolak dan ada yang justru diterima, salah satu ciri dari penyimpangan sosial adalah dapat didefinisikan.
c.       Mobilitas sosial
Lingkup mobilitas  meliputi peristiwa sosial ketika individu atau kelompok bergerak atau berpindah dari suatu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya dalam hierarki sosial,  perpindahn ini memiliki dua arah, yaitu ke arah atas (upward mobility) dan ke arah bawah (downward mobility).
d.      Perubahan sosial
Setiap masyarakat mengalami perubahan-perubahan yang meliputi nilai-nilai, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya.

Konsep-konsep untuk menganalisis proses dinamika sosial di antaranya: internalisasi, sosialisasi, enkulturasi, difusi, akulturasi, asimilasi, inovasi

contoh RPP kelas x sma

           Satuan Pendidikan              :  SMA N 1  Bandongan    
Kelas                                     :  X
Semester                              :  Gasal
Mata Pelajaran                     :  Sosiologi
Jumlah Pertemuan              :  1 x pertemuan

A. Standar Kompetensi                  : Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan   nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
B. Kompetensi Dasar                     : Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai Ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya
C. Indikator                                      : -Menganalisis masyarakat sebagai sistem sosial
                                                              -Mendiskripsikan dinamika sosial dalam masyarakat
D. Tujuan Pembelajaran              : melalui diskusi kelompok dan pengamatan siswa mampu menjelaskan fungsi sosiologi sebagai Ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya
E. Materi Pembelajaran                 : Realita sosial
F. Alokasi Waktu                               : 2 X 45 menit = 2jp =90 menit
G.Model Pembelajaran                  : Role playing
H. Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan pembelajaran
Waktu
1.
Pendahuluan


-Mmenyiapkan peserta didik secara psikis mengetahui kondisi siswa
-Memberikan penjelasan singkat tentang materi realitas sosial dan
 cakupan materi yang akan di capai

10 menit
2.
Kegiatan Inti

Langkah-langkah :
  1. Guru dan peserta didik menyiapkan ruang kelas sebagai tempat pementasan
  2. Guru menyiapkan skenario  tentang materi realitas sosial yang akan ditampilkan
  3. Guru menugasi beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelumnya
  4. Guru membentuk kelompok dengan anggota 5 orang,secara adil dan merata yang terdiri dari peserta didik yang aktif dan kurang aktif dan juga menjelaskan kompetensi yang akan dicapai
  5. Guru berperan sebagai pemandu pementasan (diskusi)
  6. Guru memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi
  7. Peserta didik yang diberi peran sesuai skenario diminta memperagakan skenario
  8. Peserta didik dalam kelompok mengamati skenario yang diperagakan
  9. Selesai pementasan, kelompok membahas lembar kerja
  10. Tiap kelompok menyampaikan lembar kerjanya
  11. Guru memberikan simpulan setelah selsainya diskusi








70 menit
3.
Penutup

·         Peserta didik mencatat bagian-bagian dari materi yang dianggap penting
·         Guru mempersilahkan peserta didik untuk bertanya, kalau tidak ada guru akan menanyakan kepada peserta didik tentang materi realitas sosial yang telah di pentaskan (diskusi)
·         Guru dan peserta didik menyimpulkan tentang materi yang telah dibahas sesuai dengan tujuan pembelajaran
  • Peserta didik mampu memberikan contoh realitas sosial dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menyampikan rpp pertemuan  selanjutnya , dan memberikan tugas bacaan kepada peserta didik
10 menit

I.              Metode Pembelajaran (inovatif)
-   diskusi kelompok dengan model pembelajaran role playing
      -    informasi kepada peserta didik

J. Media Pembelajaran
     -    gambar gambar informatif
 K. Sumber Bahan
Buku paket
Ø  Muin,idianto ,2006. Sosiologi sma/ma untuk kelas x :Jakarta,Erlangga
Ø  Tim sosiologi, sosiologi 1 untuk sma kelas x ,suatu kajian kehidupan masyarakat Yudhistira

L. Penilaian
       a. Observasi / Sikap dan Psikomotor
       b. Penilaian Kognitif : Metode Non test bentuk pemberian tugas











                                                                           Semarang,     15 desember 2011
Mengetahui :                                                                     Guru Mata Pelajaran,
Kepala Sekolah SMA N 1 Bandongan


Dra. Aniardi suprijani, M.Pd.                                M Abdan nurfiqin, Si. d.
NIP. 130 234 567                                                     NIM. 3401409003

7 Des 2011

sosiologi kelas x `rangkuman``


  1. Nilai social: Kumpulan sikap, perasaan, atau anggapan manusia mengenai suatu hal yang menyangkut baik dan buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut, mulia atau hina, dan penting atau tidak penting.

  1. Nilai social menurut C. Klukhon dari “Hakikat Hidup Manusia” ada 5, yaitu:

    1. Nilai hakikat hidup manusia, contohnya adalah ada yang beranggapan bahwa hidup itu indah.
    2. Nilai hakikat karya manusia, contohnya: ada yang beranggapan bahwa karya seseorang itu untuk harga dirinya.
    3. Nilai hakikat manusia dengan ruang dan waktu. Contohnya: Ada yang mementingkan masa lalu dan masa depan.
    4. Nilai hakikat manusia dengan alam.
    5. Nilai hakikat manusia dengan sesamanya. Contohnya: ada yang individualisme.

  1. Pengertian lain nilai social: Sikap atau anggapan yang dijadikan dasar oleh masyarakat untuk menilai sesuatu berdasarkan benar dan pentingnya.

  1. Pengertian nilai social menurut para ahli:
    1. Kimball Young: Suatu aspek abstrak yang terkadang tidak disadari oleh manusia mengenai yang sesuatu yang benar dan yang tidak benar.
    2. A. W. Green: Kesadaran yang relatif yang diiringi dengan munculnya emosi atau perasaan individu.
    3. Woods: Sesuatu yang ada sejak lama, yang dijadikan tujuan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Prof. Soejono Soekanto: Suatu konsep abstrak mengenai apa yang dianggap baik dan buruk, serta dianut oleh kelompok masyarakat.
    5. B. Simanjuntak: Ide-ide baik dari masyarakat.
    6. Robert M. Z. Lawang: Sesuatu yang diinginkan, pantas, dan dapat mengubah perilaku social bagi yang memilikinya.

  1. Nilai social menurut Prof. Notonegoro:
    1. Nilai material: Nilai yang berhubungan dengan jasmani. Contoh: Sandang, pangan, dan papan.
    2. Nilai vital: Sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Contohnya: Cangkul untuk petani.
    3. Nilai kerohanian: Untuk jiwa manusia, terdiri dari:
                                                               i.      Nilai kebenaran: Berdasarkan akal manusia (cipta)
                                                             ii.      Nilai keindahan: Berdasarkan perasaan manusia (rasa).
                                                           iii.      Nilai moral: Berdasarkan kehendak manusia (karsa).
                                                           iv.      Nilai religius: Berasal dari Wahyu Tuhan. Macam-macam agama:
1.      Islam, kitab suci Al-Qur’an, tempat ibadahnya Masjid, dan lambangnya Bulan Bintang.
2.      Kristen, kitab Injil, tempat ibadahnya gereja, dan lambangnya salib.
3.      Buddha, Kitab Tripitaka, tempat ibadahnya vihara, daan lambangnya stupa.
4.      Hindu, Kitab Weda (Yajur Weda, Samha Weda, Attarva Weda, dan Reg Weda), tempat ibadahnya pura, dan lambangnya swastika.

  1. Beberapa cirri nilai social menurut Huky:
    1. Merupakan konstruksi masyarakat yang terciptadari interaksi social.
    2. Dapat ditularkan dari kelompok/ individu yang satu ke kelompok/individu yang lain.
    3. Didapatkan, diperoleh, dan dimiliki setelah mengalami proses social (sosialisasi anak-anak).
    4. Dapat memuaskan dan berperan dalam pemenuhan kebutuhan social.
    5. Merupakan aspek-aspek abstrak yang memiliki consensus social terhadap harga.
    6. Memiliki keterkaitan dan membentuk suatu pola dan system social.
    7. Sistem social berbeda2 antar kebudayaan yang satu dengan lainnya.
    8. Nilai social memberikan pilihan.
    9. Memberikan pengaruh.
    10. Dapat diikuti emosi atau perasaan individu.

  1. Beberapa fungsi nilai social menurut Dr. Soeprapto:
    1. Pendorong (contohnya cita-cita).
    2. Penuntun masyarakat menuju nilainya.
    3. Menekan agar masyarakat dapat mencapai nilai tersebut.
    4. Alat solidaritas kelompok.
    5. Menjaga stabilitas kelompok.

  1. Jenis-jenis nilai social:
    1. Nilai dominan: Dianggap penting dibandingan nilai lainnya, berdasarkan:
                                                               i.      Banyaknya orang. Contohnya: Reformasi didukung rakyat.
                                                             ii.      Lama dianut. Contohnya: Tradisi sekatenan dari dulu sampai sekarang masih dilaksanakan.
                                                           iii.      Usaha orang menggapainya. Contohnya: Usaha agar dapat Naik Haji atau perjuangan dalam meraih kemenangan.
                                                           iv.      Prestise atau kebanggan yang memiliki. Contoh: Gelar sarjana, mobil mewah, dan lain2.
    1. Nilai mendarah daging: Sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan tanpa berpikir. Contohnya: Kepala keluarga bertanggung jawab, bersalam pamit dengan orangtua ketika mau sekolah, dll.
  1. Nilai social materi dan immateri:
    1. Nilai material: Yang dapat kita raba, lihat, dan dengar. Seperti: Rumah, pakaian, dll.
    2. Nilai immaterial: Berasal dari pemikiran, ide, hati, dan sebagainya. Contohnya: Gagasan, ideology, peraturan-peraturan.

  1. Norma social: Aturan-aturan pada masyarakat yang menekan masyarakat untuk mencapai nilai social tertentu dan memiliki sanksi yang jelas.

  1. Norma social:
    1. Norma formal: tertulis atau dibentuk oleh lembaga berwenang, contohnya adalah hokum.
    2. Norma Informal: Tidak tertulis dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam masyarakat.

  1. Norma social berdasarkan tingkatan sanksinya:
    1. Norma tata cara (usage): Norma ringan yang apabila dilanggar hanya dicatat atau diingatkan. Misalnya aturan memegang sendok.
    2. Norma kebiasaan (folkways): Kebiasaan yang dilakukan di kalangan masryarakat. Sanksinya mendapat gunjingan. Contoh: Mengucapkan salam, membungkuk ketika berhadapan, dll.
    3. Norma kelakuan (Mores): Yang sesuai dengan kaidah, agama, filsafat, dan peraturan yang berlaku. Sanksi dapat hukuman penjara. Contoh: Mencuri, dll.
    4. Norma adat istiadat (Customs): Sesuai dengan adat pada masyarakat tertentu, apabila dilanggar dikucilkan atau diusir pada kalangan masyarakat tersebut.
    5. Norma Hukum: Berdasarkan pada peraturan yang ada. Hukum adalah peraturan yang ditujukan kepada masyarakat yang berisi mengenai aturan-aturan, perintah-perintah, dan larangan-larangan agar tercipta ketertiban dan keadilan.

  1. Norma social berdasarkan sumbernya:
    1. Norma Agama: Dari Tuhan.
    2. Norma Kesusilaan: Kegiatan kemanusiaan dari hati sanubari manusia. Contoh: Keinginan membersihkan kamar yang kotor, keinginan belajar tanpa disuruh, dll.
    3. Norma Kesopanan: Norma yang dibentuk dari tingkah laku masyarakat. Contohnya: Mengetuk pintu ketika masuk rumah, bertegur sapa, dll.
    4. Norma Kebiasaan: Norma yang aneh jika kita tinggalkan, karena telah menjadi kebiasaan bagi kita. Contoh: Acara syukuran.
    5. Norma Hukum: Norma yang mengatur dan memiliki sanksi yang dibuat oleh pihak yang berwajib untuk memberikan hak perlindungan hukum.

  1. Sosiologi berasal dari bahasa latin, yaitu socius yang artinya adalah kawan dan logos dari bahasa Yunani yang artinya kata atau berbicara, atau dapat diartikan pula ilmu. Maka socius logos adalah ilmu kawan, dan dalam lebih lanjut diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Social dan Logy yaitu Ilmu yang mempelajari manusia dalam bermasyarakat.

  1. Sosiologi mempelajari tentang peranan social individu, cara kerja kelompok social, dan pengaruh kelompok social kepada individu dan kelompok.

  1. Sosiologi termasuk ke dalam ilmu pengetahuan karena memenuhi syarat ilmu pengetahuan, syarat ilmu pengetahuan antara lain adalah rasional, objektif, sistematis, dan mengandung ilmu pengetahuan.

  1. Definisi ilmiah masyarakat adalah sekelompok individu yang mampu:
    1. Berdiri sendiri.
    2. Memenuhi kebutuhan hidup sendiri.
    3. Melanjutkan keturunan.
    4. Menetap di suatu tempat.
    5. Memiliki kepercayaan atau kebudayaan yang dianut.
    6. Lebih sering bergaul dengan kalangan masyarakatnya sendiri.

  1.  Definisi sosiologi menurut para ahli:
    1. J. A. A. Van Dorn  dan C. J. Lamars: Ilmu yang mempelajari tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
    2. William F.Ogburn dan Meyer F. Nimkhoff: Penelitian ilmiah mengenai proses dan struktur social.
    3. Warren dan Roucek: Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan manusia dengan kelompoknya.
    4. Selo Sumardjan dan Soemardi: Ilmu yang mempelajari tentang proses, struktur dan perubahan social.
    5. Charles Ellwood: Ilmu yang mempelajari manusia dengan golongannya, tujuan dengan asalnya, dan bentuk dengan kewajibannya.
    6. Gustav Reizenhofer: Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kewajibannya untuk mengetahui dasar terjadinya evolusi social dan kemakmuran bagi golongannya.
    7. Herbert Spencer: Mempelajari tentang tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.
    8. Emile Durkheim: Ilmu yang mempelajari tentang fakta social. Fakta social adalah cara bertindak, berpikir, dan berperilaku yang berasal dari luar individu dan dapat mengendalikan individu.
    9. Maximillian Webber: Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social, yaitu tindakan yang mempengaruhi orang lain.
    10. Ptomirin A. Sorokin: Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik gejala social.
    11. Soerjono Soekanto: Ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan manusia dalam masyarakat itu.
    12. Mayor Polak: Ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan manusia dalam masyarakat baik individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok, baik formal-informal, dan statis-dinamis.
    13. Hasan Shadily: Ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki proses terjadinya ikatan antar masyarakat tersebut.

  1. Objek sosiologi adalah masyarakat.
  2. Sejarah sosiologi:
    1. Dunia: Terjadi beberapa kejadian penting, di antaranya Revolusi Perancis, Revolusi Industri, Ilmu pengetahuan berkembang, Martin Luther, dll. Seorang Perancis, Auguste Comte membuat suatu buku berjudul Cour’s de Philosophy Positive yang menjelaskan masyarakat secara ilmiah, dia dikenal sebagai bapak sosiologi dunia.
    2. Indonesia: Soenario Koeloepaking mengajar sosiologi pertama di UGM, kemudian Djody Gondohadikusumo menulis buku Sosiologi Indonesia merintis lahirnya sosiolog2 di Indonesia.

  1. Pokok bahasan sosiologi menurut para ahli:
    1. Emile Durkheim: Fakta social, contohnya peraturan.
    2. Maximillian Webber: Tindakan social.
    3. Peter F. Berger: Realitas social.
    4. Wright Mills: Khayalan sosiologis.

  1. Beberapa ide mendasar mengenai sosiologi adalah masyarakan dan social setting lainnya adalah hasil karya manusia dan masyarakat membentuk perilaku individu

  1. Kedudukan sosiologi dengan ilmu lain:
    1. Sosiologi dan ilmu politik: Sosiologi melakukan kompetisi untuk mencapai kekuasaan.
    2. Sosiologi dan ilmu ekonomi:Pengangguran dan kemiskinan harus diselesaikan dengan memandang aspek social.
    3. Sosiologi dan sejarah: Sosiologi memandang peristiwa perubahan social dalam kehidupan bermasyarakat.
    4. Sosiologi dan antropologi: hampir sama, menurut Koentjaraningrat perbedaannya pada metodenya.
    5. Sosiologi dan ilmu pasti: berfungsi dalam penyusunan data statistik.

  1. Macam-macam kebutuhan hidup manusia berdasarkan sosiologi:
    1. Kebutuhan primer: Menyangkut manusia sebagai makhluk biologis yang harus memenuhi kebutuhan agar tetap bertahan hidup, seperti bernafas, makan, istirahat, dll.
    2. Kebutuhan sekunder: Menyangkut manusia sebagai Zoon Politicon (Aristoteles, lawannya adalah Homo Homini Lupus) manusia sebagai makhluk social berinteraksi dengan orang lain. Contoh: Belajar di kelas.
    3. Kebutuhan integrative: Yang hanya dimiliki manusia, seperti prinsip hidup, benar dan salah, pendirian, eksistensi atau keberadaan.
  2. Ciri-ciri sosiologi:
    1. Sosiologi adalah rumpun ilmu social.
    2. Sosiologi adalah ilmu kategoris, artinya membatasi diri terhadap sesuatu yang terjadi.
    3. Sosiologi adalah ilmu abstrak.
    4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni.
    5. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan rasional, yang dibuktikan dengan metode tertentu.
    6. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum bukan khusus.
    7. Sosiologi bertujuan menghasilkan pola dan teori tertentu.

  1. Sifat dan hakikat sosiologi sebagai ilmu:
    1. Sosiologi bersifat empiris: Berdasarkan pada kenyataan social, tidak spekulatif.
    2. Sosiologi bersifat teoritis: Mengadakan penelitian/observasi dan menarik kesimpulan untuk menghasilkan teori baru.
    3. Sosiologi bersifat kumulatif: Berdasarkan pada teori yang ada.
    4. Sosiologi bersifat non-etis: Tidak menilai berdasarkan baik-buruk, tetapi berdasarkan analisa dan apa adanya.

  1. Kegunaan sosiologi:
    1. Untuk perencanaan social: Merencanakan kehidupan masyarakat di masa depan dan mengurangi factor penghambatnya.
    2. Untuk pembangunan.
    3. Menghasilkan teori: Memandang sosiologi bersifat empiris.
    4. Menyelesaikan masalah social:
                                                               i.      Biologis: Penyakit menyebar.
                                                             ii.      Ekonomis: Pengangguran dan kemiskinan.
                                                           iii.      Psikis: Gangguan syaraf yang mempengaruhi kehidupan bermasrayarakat, bunuh diri, dll.